Deretan Korban Jiwa di Lingkar Barat dan Lingkar Selatan Kota Jambi, Solusi Pemerintah Tak Kunjung Datang
Oleh: Rosenman Manihuruk (AsenkLeeSaragih)
Jambi- Kota Jambi kembali dihadapkan pada persoalan serius keselamatan lalu lintas di jalur nasional Lingkar Barat dan Lingkar Selatan Kota Jambi. Dalam beberapa tahun terakhir, ruas jalan yang menjadi urat nadi angkutan barang itu terus memakan korban jiwa.
Truk-truk bertonase besar melintas hampir tanpa henti di jalur yang sama dengan aktivitas masyarakat, sementara kondisi jalan dinilai sudah tidak lagi mampu menampung tingginya kepadatan kendaraan.
Ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Jambi melalui instansi terkait seperti Dinas Perhubungan Provinsi Jambi maupun Dinas PUPR Provinsi Jambi untuk menghadirkan solusi jangka panjang di kawasan rawan kecelakaan tersebut.
Data yang dikumpulkan Redaksi, kecelakaan maut berulang kali terjadi di dua ruas jalan nasional itu. Pada Juli 2024, seorang pengendara motor bernama Rizky Satria Hidayat (20) meninggal dunia usai terlibat tabrakan dengan mobil Mitsubishi Triton di kawasan Bagan Pete, Jalan Lingkar Barat.
Belum lama berselang, November 2024, seorang pengendara sepeda motor kembali tewas setelah diduga terserempet truk pengangkut crude palm oil (CPO) saat melintas di Jalan Lingkar Barat. Besarnya kendaraan dan minimnya ruang gerak di badan jalan membuat pengendara roda dua sangat rentan menjadi korban.
Di Jalan Lingkar Selatan, tragedi serupa juga terjadi. September 2023, seorang karyawan retail bernama Renaldi Munthe (27) meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya tergelincir akibat tumpahan solar di badan jalan dekat kawasan Talang Gulo. Korban kemudian terlindas truk yang melintas di belakangnya.
Tak hanya melibatkan sepeda motor, kecelakaan antartruk pun kerap terjadi. Pada Mei 2023, tiga unit truk terlibat tabrakan di kawasan Kebun Bohok. Sementara pada September 2022, dua truk kembali bertabrakan di Lingkar Selatan dekat SPBU Talang Gulo hingga menyebabkan sopir mengalami luka berat.
Terkini, seorang pengendara sepeda motor juga menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Lingkar Barat III, dekat pintu masuk Terminal Alam Barajo, Kota Jambi, Rabu 20 Mei 2026 sekitar Pukul 08.00 WIB. Korban diketahui bernama Tri Renni Aprianti (48), seorang perawat di Rumah Sakit Tk III dr Bratanata Jambi.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 08.20 WIB, melibatkan sepeda motor KYMCO Cevira BH 2957 AQ dengan truk Hino BG 8501 JM.
Rentetan kecelakaan itu memperlihatkan satu fakta, jalur Lingkar Barat dan Lingkar Selatan telah berubah menjadi kawasan dengan risiko lalu lintas tinggi.
Jalan Nasional, Tapi Dipenuhi Aktivitas Permukiman
Persoalan utama bukan hanya tingginya volume kendaraan besar, melainkan perubahan karakter kawasan di sepanjang ruas jalan tersebut.
Jika awalnya dibangun sebagai jalur penghubung dan lintasan angkutan barang, kini di kiri dan kanan jalan telah tumbuh permukiman padat penduduk, sekolah, tempat usaha, hingga akses keluar masuk lingkungan masyarakat.
Setiap pagi dan sore, warga menggunakan ruas jalan yang sama untuk bekerja, mengantar anak sekolah, maupun aktivitas ekonomi harian. Namun di saat bersamaan, truk-truk besar pengangkut batu bara, CPO, dan logistik tetap melintas dalam jumlah besar.
Kondisi jalan yang sempit membuat kendaraan roda dua nyaris tidak memiliki ruang aman ketika berpapasan dengan kendaraan berat. Di sejumlah titik, bahu jalan bahkan tidak memadai. Belum lagi penerangan jalan yang minim serta tingginya kendaraan ODOL (Over Dimension Over Loading) yang masih bebas melintas.
Situasi semakin berbahaya pada jam sibuk. Antrean kendaraan panjang sering terjadi, terutama ketika truk-truk besar mendominasi badan jalan. Dalam kondisi padat seperti itu, sedikit kesalahan dapat berujung maut.
Warga Menilai Pemerintah Lamban
Masyarakat sekitar menilai pemerintah terkesan lamban dalam menangani persoalan keselamatan di jalur nasional tersebut. Keluhan warga mengenai tingginya intensitas truk dan minimnya pengamanan jalan sebenarnya sudah berlangsung lama.
Namun hingga kini, belum ada kebijakan signifikan yang benar-benar dirasakan masyarakat untuk menekan angka kecelakaan.
Padahal, sejumlah langkah dinilai mendesak untuk segera dilakukan, seperti, pelebaran badan jalan, pembangunan jalur khusus kendaraan berat, pembatasan jam operasional truk, pemasangan lampu penerangan jalan, penambahan rambu dan marka keselamatan, hingga penertiban kendaraan ODOL.
Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan angkutan berat juga dianggap masih lemah. Banyak truk besar tetap melintas pada jam-jam padat aktivitas warga tanpa pengaturan yang jelas.
Menunggu Keseriusan Pemerintah
Sebagai jalan berstatus nasional, Lingkar Barat dan Lingkar Selatan Kota Jambi memegang peranan penting bagi mobilitas logistik di Provinsi Jambi. Namun fungsi ekonomi itu seharusnya tidak mengorbankan keselamatan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitarnya.
Jika tidak ada pembenahan serius, korban jiwa dikhawatirkan akan terus bertambah dari waktu ke waktu. Jalan yang semestinya menjadi sarana konektivitas justru berubah menjadi ancaman harian bagi warga Kota Jambi.
Kini masyarakat hanya berharap pemerintah tidak lagi menunggu jatuhnya korban berikutnya sebelum mengambil tindakan nyata. Jalan status nasional itu kerap menelan korban jiwa lakalantas karena jalan sempit.
Namun kira- kanan jalan banyak permukiman penduduk yang menggunakan jalan yang sama pada saat kepadatan jalan oleh truk-truk besar yang melintas disaat jam-jam sibuk warga masyarakat yang menggunakan jalan tersebut.
Hingga kini pemerintah Provinsi Jambi melalui dinas terkait seperti Dinas Perhubungan Provinsi Jambi dan Dinas PUPR Provinsi Jambi belum memberikan solusi guna mengatasi minimnya korban lakaklantas di jalur padat dan rawan tersebut.
Data kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Lingkar Barat dan Jalan Lingkar Selatan Kota Jambi menunjukkan jalur nasional tersebut memang berulang kali memakan korban jiwa maupun korban luka. Sejumlah kecelakaan yang melibatkan truk besar, kendaraan pribadi, hingga sepeda motor terjadi di tengah kondisi jalan yang sempit dan padat aktivitas warga.
Seorang Perawat Jadi Korban
"Mohon sisipkan Do’anya untuk Almarhumah dengan Doa yang Terbaik,"demikian ajalan di media sosial menykapi korban lakanatas tersebut.
Identitas korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Lingkar Barat III, dekat pintu masuk Terminal Alam Barajo, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Tri Renni Aprianti (48), seorang perawat di Rumah Sakit Tk III dr Bratanata Jambi.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 08.20 WIB, melibatkan sepeda motor KYMCO Cevira BH 2957 AQ dengan truk Hino BG 8501 JM.
Saat kejadian, korban tengah menjadi penumpang sepeda motor yang dikendarai Abu Hanifah (63), seorang tukang ojek warga Pulau Pandan. Akibat kecelakaan tersebut, Tri Renni meninggal dunia di lokasi, sementara pengendara motor mengalami luka-luka.
Kasat Lantas Polresta Jambi, AKP Rio Siregar, menjelaskan kecelakaan bermula ketika kedua kendaraan melaju dari arah Simpang Rimbo menuju Kampung Rajo. Posisi sepeda motor berada di depan truk di lajur kiri.
Setibanya di lokasi kejadian, sopir truk bernama Oyon Saputra (46), warga Kabupaten Batang Hari, diduga mencoba mendahului sepeda motor tersebut. Namun dalam prosesnya, truk menyenggol motor hingga menyebabkan kecelakaan.
“Pengendara motor mengalami luka-luka dan penumpangnya meninggal dunia di tempat,” kata AKP Rio.
Usai kejadian, sopir truk sempat melarikan diri ke arah terminal. Namun, ia berhasil diamankan oleh anggota Satlantas Polresta Jambi bersama petugas Ditjen Perhubungan Darat Kota Jambi dan warga sekitar.
Polisi menyebutkan kondisi jalan di lokasi kejadian sempit, lurus dan beraspal dengan marka yang jelas, serta cuaca dalam keadaan cerah. Kedua kendaraan juga dalam kondisi layak jalan.
Namun, dari hasil pemeriksaan, pengendara sepeda motor diketahui tidak memiliki SIM C, sedangkan sopir truk memiliki SIM B II Umum. Akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka ringan. (JPO-Penulis Adalah Redpel Jambipos Online)


0 Komentar